Rabu, 10 Oktober 2012

Cara Menanam Dan merawat Tanaman Mahkota Dewa

     Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Asalnya dari Papua/Irian Jaya.


   Mahkota Dewa (Phaleria Papuana Fructus) adalah tanaman asli Indonesia. Tanaman mahkota dewa berupa perdu dengan tinggi mencapai 1,5 sampai 2,5 meter. Buahnya lebat berwarna merah sehingga cocok juga sebagai tanaman hias. Habitat asalnya di tanah Papua. Pohon ini pantas dianggap memiliki ‘kesaktian’. Soalnya, berbagai jenis penyakit, dari yang ringan sampai yang berat, bisa disembuhkan dengan buah dari pohon ini. Bahkan, dalam cerita wayang purwa, pohon ini konon begitu dikeramatkan. Pohon ini sangat dihormati. Siapa saja yang berkeinginan untuk memetik buahnya harus menyembahnya terlebih dulu. Para prajurit yang hendak pergi ke medan laga pun harus memakan buahnya agar sehat, kuat, dan selamat.
  Tanaman atau pohon mahkota dewa seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting.
Untuk memperpanjang masa simpan buah mahkota dewa, dapat dilakukan pengawetan dengan beberapa cara antara lain pendinginan, pengalengan, dan pengeringan. Pengeringan yang dilakukan pada buah mahkota dewa bertujuan mengurangi kadar air dalam bahan, sehingga air yang tersisa tidak dapat digunakan sebagai media hidup mikroba perusak yang ada di dalam bahan tersebut, dengan kata lain dapat memperpanjang masa simpan buah mahkota dewa tersebut. Kondisi pengeringan yang tepat akan menentukn mutu hasil pengeringan yang tinggi.

Cara menanam buah ini dengan baik adalah sebagai berikut :
A.   Pengolahan Tanah 
    Tanah lebih dulu digemburkan serta diberi pupuk dasar yang berupa pupuk kandang. Takaran pupuk kandangyang diberikan adalah 20ton/ha. Sebagai tanaman keras,mahkota dewa membutuhkan membutuhkan lubangtanam. Lubang tanam digali (30x 30x30 ) cm. Tanahgalian ditumpuk terpisah antara tanah lapisan atas dantanah lapisan bawah. Lubang tanam dibiarkan terbukaselama minimal seminggu agar terkena udara luar, sinar matahari, dan hujan
B.  Pengadaan Bibit 
   Salah satu aspek penting dalam budidaya mahkota dewaadalah penyiapan bibit. Bibit yang baik akan memberikanhasil yang baik pula selain didukung oleh faktor lain.Dalam budidaya mahkota dewa, ada dua jenis bibit yangdapat digunakan, yaitu bibit dari fase generatif (biji) danbibit dari fase vegetative (stek batang atau cangkok)
C.  Penanaman 
   Penanaman mahkota dewa tidak tergantung musim,meski demikian, perawatan tanaman merupakankegiatan yang harus dilakukan setiap petani, terlebih bilausaha budidaya tersebut berorientasi pada hasil yangbaik
D.  Penyulaman 
   Penyulaman dilakukan bila ada tanaman yang mati ataupertumbuhannya tidak normal untukdigantikan dengan tanaman yang baik
E.  Pemupukan 
   Pada prinsipnya pupuk yang diberikan pada tanamanobat dianjurkan berasal dari bahan alami atau pupukorganik seperti pupuk bokasi. Penggunaan pupuk kimiaatau anorganik tidak dianjurkan karena menimbulkanresidu kimia yang dapat muncul pada buah. Padahalbuah mahkota dewa dimanfaatkan sebagai bahan obat.Tentu saja hal ini akan sangat berpengaruh padakesehatan penggunaannya.
F.   Penyiraman 
   Penyiraman perlu dilakukan pada saat tanam dansesudah tanam saat tanaman masih kecil. Hanya sajabila hari hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan. Setelahtanaman berumur 6 bulan sesudah tanam, penyiramanrelatif tidak diperlukan karena jangkauan perakarannya sudah dalam.
G.  Penyiangan 
   Penyiangan harus dilakukan secara berkala sepanjangtahun karena mahkota dewa termasuktanaman tahunan. Penyiangan dilakukan melihat gulmayang tumbuh di sekitar tanaman. Umumnya penyianganpada mahkota dewa dilakukan 3-4 kali

Sumber : http://www.scribd.com/doc/45976930/Mahkota-Dewadan http://nuri-perkebunan.blogspot.com/2011/11/cara-mengolah-atau-meracik-buah-mahkota.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar